Twice Exceptionality

Twice Exceptionality ( Keluarbiasaan Ganda )

Judul               : Twice Exceptionality ( Keluarbiasaan Ganda ) Mengeksplorasi, Mengenal, Mengidentifikasi,   dan Menanganinya

Pengarang       : Conny R Semiawan

Frieda Mangunsong

Penerbit           : Kencana

Cetakan           : Ke – 1

Tahun Terbit  : 2010

Bahasa             : Indonesia

Jml Halaman  : 170 halaman

Kertas isi         : HVS

Cover               : Soft Cover

Ukuran            : 18 x 23 cm

Berat                : 300 gram

 

Buku ini memaparkan mengenai 2 hal yang saling berkebalikan yaitu mengenai keluarbiasaan seseorang yang bersifat ganda. Ganda disini mempunyai arti bahwa 2 hal itu saling melengkapi bahkan bisa bersifat mutualisme. Berikut ini akan saya paparkan lebih lanjut.

BAB I

Dalam bagian ini menjelaskan mengenai pengertian otak beserta fungsi spesialisasi setiap bagiannya. Di bagian ini juga dijelaskan mengenai bagaimana mengefektifkan peran kerja sebuah syaraf. Tentunya dilengkapi juga mengenai bagaimana gen berperan dalam tubuh kita. Disini juga diselipkan sebuah catatan seorang pakar neuropsikologi yang sangat membantu kita memahami buku ini.

BAB II

Buku ini menjelaskan arti keluarbiasaan ganda dengan lebih mendalam. Dijelaskan pada buku ini anak dengan keluarbiasaan tidak hanya terbatas pada mereka yang cacat secara fisik, mental, ataupun sosial saja. Namun dibalik itu semua, mereka mempunyai kelebihan lain yang terkadang tak banyak diketahui oleh masyarakat awam. Pada bagian ini pun memberikan artian yang berbeda dengan ABK lainnya serta perbedaannya dengan anak cacat yang berbakat. Dengan buku ini pula kita akan mengetahui penyebab ABK Ganda dan bagaimana penyesuaian lingkungan terdekat terhadapnya. Tidak hanya itu saja, buku ini pun memberikan identifikasi yang lebih spesifik mengenai kondisi anak dengan keluarbiasaan ganda dalam hidupnya, seperti penerimaan tentang pemahaman akademis dan bakat yang dimilikinya. Kemudian dengan adanya beragam anak berkebutuhan khusus, sering terjadi adanya missdiagnosis dan misslabeled. Karena terkadang mereka yang berbakat dalam akademiknya kurang baik dalam penerimaannya. Hal tersebut yang menutup bakat dalam diri ABK tersebut. Maka dibutuhkan penanganan yang khusus untuk mendiagnosanya secara tepat. Karena jika terjadi missdiagnosis dan misslabeled akan berdampak pada emosional dan psikologis dari anak tersebut bahkan keluarganya. Selain berdampak pada emosi dan psiklogis, perlakuan masyarakat yang tidak tepat juga akan berdampak pada terhambatnya perkembangan akademisnya. Maka dari itu anak-anak tersebut membutuhkan penanganan yang khusus yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Jadi untuk proses pembelajarannya disesuaikan dengan kebutuhan yang dimiliki anak. Serta para pendidik yang harus mampu kreatif untuk mencari solusi pelayanan yang layak.

BAB III

Pada bab ini dijelaskan mengenai karakteristik ADHD. Identifikasi dari anak ADHD dijelaskan secara rincidalam buku ini. Adapun kesalahan mendiagnosis sering terjadi karena masyarakat mengira anak berbakat itu adalah mereka yang semata-mata kesulitan belajar. Maka dielaskan juga tentang bantuan untuk penanganan anak dengan ADHD. Maka peran guru disini sangat penting untuk menentukan kelas yang tepat untuk anak dengan ADHD.

BAB IV

Pada bagian ini dijelaskan mengenai karakteristik anak dengan kebutuhan khusus autisme. Serta identifikasi mengenai potensi misdiagnosis seta bantuan atau intervensi yang tepat untuk menangani dan bagaimana proses pembelajarannya digolongkan dalam kelas inklusif/khusus.

BAB V

Dijelaskan karakterstik anak berbakat dengan ketunanetraan dan identifikasinya dengan beberapa metode yang kemudian diberikan penjelasan tentang penanganan untuk tenaga ahli beserta keberlanjutannya.  Tidak hanya itu, dijelaskan pula dampak psikologis dan emosional dari misdiagnosis dan mislabeled. Serta dijelaskan pula mengenai bantuan layanan bagi anak dengan kekhususan tersebut dan bagaimanaproses pembelajarannya yang tepat.

BAB VI

Dijelaskan karakteristik anak berkebutuhan dengan ketunarunguan beserta identifikasinya. Adapun dijelaskan mengenai perkembangan akadaemis dari misdiagnosis dan mislabeled yang dialaminya. Tidak cukup sampai disitu saja, seperti pada subbab sebelumnya, pada bagian ini juga memberi informasi bagaimana dampak psikologis dari ketunarunguan dan potensi misdiagnosis dan mislabeled yan diterimanya. Sebagaimana kita tahu, anak dengan kebutuhan khusus tunarungu ini juga sangat penting untuk diketahui tentang perkembangan bahasanya. Mengenai aspek sosial dan emosional, aspek perkembangan kognitif, intelektual, dan prestasi akademiknya juga perlu untuk diketahui kita sebagai orang yang diberi keanugerahan dapat mendengar secara normal. Karena pada dasarnya semua ABK membutuhkan layanan bantuan yang tepat untuk proses pembelajarannya. Maka buku ini menjelaskan bagaimana intervensi yang tepat untuk anak berkebutuhan tunarungu. Dijelaskan pula tentang komunikasi antara ABK tunarungu  dengan orang normal. Serta dipaparkan pentingnya latihan pendengaran bagi mereka. Secara umum buku ini menjelaskan  tentang penyelenggaran pendidikan bagi anak tunarungu.

BAB VII

Pada bagian ini akan membahas subbab mengenai savant dan hyperlexia yang masing-masing dijelaskan mengenai ciri-ciri, identifikasi, misdiagnosis serta masa depan savant dan hyperlexia yang meliputi pertanyaan bagaimana savant berbeda dari manusia berbakat normal dalam perkembangannya. Dilengkapi juga cara penanganan untuk keduanya.

BAB VIII

Pada bab ini, sudah dijelaskan mengenai peran dari lingkungan keluarga dan masyarakat yang meliputi inner transformation. Yang kemudian diikuti dengan aktualisasia diridantugas lingkungan sepert ibagaimana yang dapat dilakukan lingkungan untuk membantu seseorang dalam proses perkembangannya. Serta dijelaskan mengenai bagaimanaperkembangan profesional gurudalam menghadapi ABK. Selanjutnya implikasi dari program diatas dijelaskan  disini. Selain itu, dipaparkan perlunya sinergi antara sekolah, rumah, dan masyarakat melalui konselor sekolah.

BAB IX

Setelah diulas tentang segala keberbakatan dan kebutuhan khusus yang membuatnya sebagai pemilik kekhususan ganda, pada bagian ini diceritakan banyak kasus dengan keluarbiasaan ganda yang mungkin tak semua orang mengetahuinya.